Showing posts with label Quran - Pedoman Hidup. Show all posts
Showing posts with label Quran - Pedoman Hidup. Show all posts

Sunday, March 9, 2014

Al-Baqarah 187 : Berbuka Puasa Itu Saat Maghrib Ataukah Malam ?

Di dalam Islam, waktu seorang muslim berpuasa di satu hari, ditentukan oleh Allah sebagaimana di sebutkan di dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 187 yang redaksi terjemahan bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :
[2:187] Dihalalkan bagi kamu pada malam hari (ketika) puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Dari ayat di atas, disebutkan bahwa waktu berpuasa seorang muslim dimulai ketika telah terlihat benang putih (cahaya matahari terbit) dari benang hitam (malam), yang diperjelas lagi dilanjutan ayat tersebut, yaitu fajar atau subuh. Kemudian seorang muslim berkewajiban menyempurnakan puasanya sampai tiba waktu malam, yang pada prakteknya, sebagian orang muslim di dunia berbuka di waktu maghrib.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa umat muslim berbuka di waktu magrib, padahal di dalam Al-Qur'an jelas di sebutkan "... tsumma atimmuuu ash-shiyaama ilaa al-layli - kemudian sempurnakan puasamu hingga (datang) malam...". Bukankah malam itu adalah ketika hari sudah gelap ?

Sunday, June 2, 2013

Misteri Samiri di Zaman Musa

Salah satu kisah nabi Musa dan bani Israel yang terkenal disebutkan di dalam Al-Qur'an, selain kisah Fir'aun dan Haman (silakan klik dan baca :  "Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan" dan "Haman dan Menara yang Mencapai Langit"), adalah kisah penyembahan bangsa Israel kepada patung anak lembu buatan Samiri sepeninggal Musa. Kisah ini dijabarkan di dalam surah Thaahaa ayat 85-99. Kisah ini menjadi salah satu perdebatan di antara kalangan ahli kitab, karena pengisahan yang berbeda dengan apa yang disampaikan Alkitab Perjanjian Lama atau Tanakh. Di dalam Alkitab tidak disebutkan adanya sosok Samiri sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pembuatan patung anak lembu yang kemudian di sembah oleh bangsa Israel. Sebaliknya di dalam kitab Keluaran pasal 32 disebutkan bahwa yang membuat patung anak lembu untuk disembah oleh bangsa Israel adalah Harun, saudara Musa.

Di dalam Alkitab sendiri, Samiri muncul di dalam kitab II Raja-raja pasal 17 ayat 29 yang mengacu kepada bangsa Samaria yang menyembah berhala. Bangsa dan kota Samaria sendiri, menurut Alkitab, baru ada beberapa ratus tahun setelah Musa dan ketika Musa hidup, belum ada bangsa dan orang Samaria.

Thursday, February 28, 2013

Islam dan Gerhana

Jika pada masa sekarang gerhana merupakan suatu fenomena alam yang tergolong biasa, meskipun menakjubkan, baik gerhana matahari maupun bulan, dan asal terjadinya telah diketahui oleh semua orang, kenyataan yang berbeda terjadi di masa dahulu disaat ilmu pengetahuan belum berkembang. Gerhana sering dikaitkan dengan berbagai kekuatan supernatural dan mistis. Ada kepercayaan yang mengaitkan gerhana dengan kelahiran seseorang yang agung ataupun kematian seseorang yang penting, ada pula yang mempercayai terjadinya gerhana akan membawa kekuatan jahat tertentu dan beberapa kepercayaan mempercayai mitos mengenai bulan ataupun matahari yang dimakan dan ditelan oleh hewan-hewan buas mistis untuk beberapa saat.

Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang mempercayai hal semacam itu. Masyarakat Arab Quraish saat itu mempercayai gerhana terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang yang penting. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah yang Islam katakan mengenai gerhana ? Adakah di dalam Al-Qur'an maupun Hadist yang mengatakan mengenai gerhana, yang tidak bertentangan dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan dimasa kini ? Padahal Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang percaya akan adanya fenomena supernatural di balik terjadinya gerhana.

Sunday, January 6, 2013

Haman dan Menara Yang Mencapai Langit

Melanjutkan postingan "Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan (klik disini untuk baca)",  di dalam postingan kali ini akan membahas mengenai Haman, sang wakil dari Fir'aun, yang namanya di sebutkan 6 kali di dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang telah disebutkan di awal postingan "Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan (klik disini untuk baca)", bahwa terdapat beberapa informasi mengenai Fir'aun di zaman Musa yang diinformasikan oleh Al-Qur'an yang tidak terdapat di kitab-kitab sebelumnya (Tanakh atau Perjanjian Lama). Informasi tersebut adalah :
  • Fir'aun menganggap dirinya sebagai tuhan
  • Fir'aun memiliki orang kepercayaan yang bernama atau dijuluki Haman 
  • Kisah tentang keinginan fir'aun membangun menara untuk melihat Tuhan
Jika poin yang pertama telah dicoba untuk dikupas pada postingan sebelumnya, maka kali ini akan dicoba dibahas mengenai siapakah Haman, orang kepercayaan Fir'aun ? Bagaimana dengan informasi di dalam Al-Qur'an yang menyatakan keinginan Fir'aun untuk melihat Tuhan Musa dan kaitannya dengan Haman ?

Haman sendiri di dalam Al-Qur'an disebutkan sebagai orang yang bersalah dan menentang, yang dinyatakan di dalam ayat-ayat berikut :

Tuesday, January 1, 2013

Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan

Kisah antara nabi Musa dan Fir'aun di dalam Al-Qur'an di ceritakan di banyak ayat dan surahnya. Arogansi Fir'aun yang menentang Allah dan ajaran yang dibawa Musa, yang akhirnya berakhir dengan kematian dirinya tenggelam di laut ketika Musa membawa bangsa Israel keluar dari mesir melewati laut yang terbelah, telah terkenal tidak saja di kalangan Muslim, tapi juga di kalangan ahli kitab dari kitab-kitab terdahulu. Hal ini dikarenakan kisah Musa sebagai nabi besar bangsa Israel, juga terdapat di kitab terdahulu yaitu kitab Keluaran di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama.

Postingan kali ini akan membahas mengenai salah satu beberapa informasi dari Al-Qur'an mengenai Fir'aun pada zaman nabi Musa yang mana informasi ini tidak terdapat di kitab terdahulu. Informasi tersebut adalah :
  • Fir'aun menganggap dirinya sebagai tuhan
  • Fir'aun memiliki orang kepercayaan yang bernama atau dijuluki Haman 
  • Kisah tentang keinginan Fir'aun membangun menara untuk melihat Tuhan
Di postingan ini akan membahas mengenai poin pertama di atas, sedangkan kedua poin yang lain akan dibahas pada postingan "Haman dan Menara Yang Mencapai Langit (klik disini untuk baca)"

Tuesday, December 25, 2012

Hadis vs Al-Qur'an Perihal Penciptaan Alam

Jika di dalam postingan sebelumnya yang berjudul "Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an (klik disini untuk baca)" telah dibahas salah satu alternatif penafsiran Al-Qur'an yang sehubungan dengan penciptaan alam semesta, ada yang bertanya mengenai korelasi kesesuaiannya dengan hadis Nabi yang juga membahas tentang penciptaan. Hadis yang dimaksud adalah hadis Muslim, 039.6707 yang terjemahannya adalah sebagai berikut :
Abu Huraira meriwayatkan bahwa Nabi menggenggam tangan ku dan berkata: Allah yang Maha Agung dan Mulia menciptakan :
Tanah liat pada hari Sabtu, gunung pada hari Minggu, pepohonan pada hari Senin dan segala yang berkaitan kelengkapan pekerjaan pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, menyebarkan binatang pada hari Kamis dan Adam setelah ashar pada hari Jum’at, ciptaan terakhir pada hari Jum’at antara Sore dan Malam [Di 4.1856, 4.1857, Abu dawud 3.1041, 3.1042 diriwayatkan Abu Huraira bahwa Adam diciptakan pada hari Jum'at]
Sebagaimana yang telah dipahami oleh kaum muslim, hadis-hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, mayoritas jumhur Ulama menganggapnya sebagai sahih (sehingga sering dikatakan sebagai sahih Bukhari dan sahih Muslim). Namun ketika dibaca, redaksi hadis di atas bertentangan dengan apa yang dijelaskan di dalam postingan sebelumnya dan juga terlihat bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Bagaimana penjelasan mengenai hal ini ? Apakah hadis di atas tidak dapat diterima sedangkan periwayatannya terdapat di dalam kitab Muslim ? Mana yang benar, penciptaan alam itu enam hari atau tujuh hari ? Karena di dalam hadist di atas terhitung 7 hari penciptaan, dibandingkan dengan 6 hari penciptaaan yang terhitung di dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an dan Teori Evolusi

Ketika Charles  Darwin mengeluarkan bukunya yang berjudul "On the Origin of Species" pada tanggal 24 November 1859 yang menjelaskan mengenai keragaman makhluk hidup melalui apa yang dinamakan evolusi oleh seleksi alam, berkembanglah berbagai teori yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada sekarang lahir karena adanya evolusi atau perubahan secara perlahan-lahan dari sisi anatomi dan morfologi akibat adanya seleksi alam.

Teori Premodial Soup atau sup purba menjadi salah satu teori yang populer untuk menjelaskan asal usul kehidupan di bumi, yang menyatakan dari sup purba di bumi awal melahirkan makhluk hidup ber sel satu pertama yang kemudian berevolusi menjadi berbagai macam makhluk hidup. Manusia sendiri dikatakan merupakan puncak evolusi dari kera, apalagi di masa sekarang diketahui adanya kemiripan DNA manusia dan kera, dengan perbedaan sekitar 5%-1%. Berbagai bukti dari hasil eskavasi pun telah dipaparkan sebagai hal yang mendukung teori evolusi ini.

Terkait dengan asal usul kehidupan, timbul pertanyaan mengenai bagaimana pandangan Islam mengenai teori evolusi ini ? Apa yang dikatakan Al-Qur'an mengenai teori evolusi ?

Sunday, August 19, 2012

Hewan-Hewan Yang Terlupakan Oleh Al-Qur'an (?)

Postingan kali ini membahas mengenai adanya klaim mengenai hewan-hewan atau binatang-binatang yang terlupakan oleh Al-Qur'an. Sebagian orang ada yang mengatakan : pernyataan Al-Qur'an dalam surah An-Nuur menyatakan bahwa Allah membatasi bahwa binatang ciptaan-Nya hanyalah binatang yang berjalan dengan perutnya, binatang yang berjalan dengan dua kaki dan sebagian berjalan dengan empat kaki. Bagaimana dengan binatang seperti laba-laba yang memiliki delapan kaki atau beberapa jenis kepiting yang berjalan dengan sepuluh kakinya dan binatang-binatang lain yang memiliki kaki lebih dari empat ? Ayat dalam surah An-Nuur yang dimaksud adalah  ayat 45 sebagai berikut :
[24:45] Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sunday, June 24, 2012

Al-Qur'an, Terorisme dan Bunuh Diri

Perhatian dunia mulai tertuju kepada Islam ketika Al-Qaeda dituduh sebagai dalang di balik runtuhnya gedung World Trade Center pada tanggal 11 September 2001, kemudian menyusul kejadian bom bunuh diri di Bali, Indonesia, yang menewaskan 202 orang di sebuah kafe, pada tanggal 12 Oktober 2012. Belum lagi bom bunuh diri yang di lakukan terhadap hotel JW Marriott Jakarta pada tanggal 5 agustus 2003 dan bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Dan juga sering kita dengar melalui berita terjadinya bom bunuh diri yang dilakukan setelah pendudukan Israel atas Palesna dan juga setelah penyerangan Amerika Serikat terhadap Afganistan dan Irak.

Berbagai tuduhan dan opini terdengar terkait dengan kejadian-kejadian tersebut. Banyak yang mengeluarkan argumen bahwa Islam melalui Al-Qur'an mengajarkan untuk membunuh orang-orang kafir dimana saja orang-orang kafir itu berada. Sebagian beranggapan Al-Qur'an, yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, terinspirasi dari Alkitab terutama kitab Yosua, dimana diceritakan bahwa Yosua, penerus Musa, atas perintah dan nama Tuhan menghancurkan kota kaum penyembah berhala Ai dan membunuh dua belas ribu penduduknya laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak, begitu pula dengan kota pagan yang lain yang dijanjikan Tuhan untuk dikuasai bangsa Israel, seperti Yerikho, Makeda, Libna, Lakhis, Eglon, Hebron, Gezer, Debir, dimana seluruh penduduk kota tersebut tanpa terkecuali ditumpas oleh Yosua (Alkitab, kitab Yosua 6:17-27,  8:1-29,  10:28-43).

Terlepas dari siapa atau kelompok apa yang melakukan, apakah ada konspirasi di dalamnya atau tidak, artikel ini membahas ayat-ayat dalam Al-Qur'an, yang ditafsirkan oleh beberapa orang, memberikan ijin untuk membunuh setiap orang kafir, dan juga bunuh diri dalam persfektif Islam. Ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Sunday, June 10, 2012

Maryam, Ibu Yesus sekaligus Saudara Harun dan Musa ?

Salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang banyak di permasalahkan oleh kalangan ahli kitab adalah mengenai "Maryam ibu Yesus yang juga dikatakan sebagai saudara perempuan Harun, saudara Musa". Hal itu tertuang dalam surah Maryam ayat 29 :
[Q.S 19:27] Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah membawa perkara yang berat.
[Q.S 19:28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

[Q.S 19:29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
[Q.S 19:30] Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Di dalam Alkitab dikatakan Amram dan Yokhebed dari keturunan Lewi, memperanakkan Miryam, Musa dan Harun. Sehingga sering dikatakan bahwa nabi Muhammad SAW salah mengira Maryam ibu Yesus sebagai Miryam saudara Harun dan anak Amram (Imran dalam bahasa Arab) di jaman Musa, sehingga terjadi kesalahan demikian di dalam Al-Qur'an.

Dengan latar belakang ini, maka postingan ini dibuat, bukan sebagai bahan perdebatan ataupun saling menyalahkan, tetapi berupaya memberikan informasi mengenai maksud dari surah Maryam ayat 28 tersebut diatas sehingga lebih jelas maksudnya.

Sunday, March 25, 2012

Al-Qur'an : Dukungan Terhadap Toleransi Serta Penolakan Terhadap Pluralisme dan Liberalisme

Di dalam surah Al-Baqarah ayat 62, Allah menyatakan : "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.". Begitu pula di dalam surah Al-Maa'idah ayat 69, kembali Allah mengulangi : "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Dua ayat di atas sering dijadikan sebagai acuan bagi penganut pahan pluralisme atau liberal bahwa semua agama sebetulnya sama, baik Islam, Kristen, maupun Yahudi, selama mereka percaya kepada Allah, dan berbuat baik, maka Allah akan menerima amal ibadah mereka dan akan memberikan balasan yang baik.

"Kami" Sebagai Kata Ganti Allah Dalam Al-Qur'an, Apakah Allah Itu Lebih Dari Satu ?

Di dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan kata "Kami" dan "Aku" sebagai kata ganti orang pertama yang mengacu kepada Allah sendiri. Mungkin kita bertanya-tanya, atau mungkin kita pernah mendengar orang mempertanyakan, "Mengapa Allah menggunakan kata 'Kami' yang berarti jamak atau lebih dari satu?", bahkan mungkin ada yang mengatakan "berarti itu menunjukkan Allah lebih dari satu".

Jawaban yang paling populer adalah, "Ketika Allah menggunakan kata 'Kami', itu berarti pada saat itu Allah melibatkan pihak lain, contohnya melibatkan malaikat Jibril. Dan jika menggunakan kata 'Aku' berarti dalam aktivitasnya merupakan hak prerogatif Allah".

Akan tetapi, bagaimana dengan surah Al-Baqarah ayat 34 yang berbunyi : "dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat ..." atau di surah Al-Baqarah ayat 52 yang mengatakan : "Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur". Apakah "Kami" disini berarti Allah dan malaikat Jibril? Apakah malakat Jibril "berfirman" ? atau apakah malaikat Jibril "memaafkan"? Kalau bukan, Allah dengan siapakah "Kami" dalam konteks ayat-ayat ini ? Atau mengapa terkadang Allah menggunakan kata "Ayaatiina (ayat-ayat Kami)" dan terkadang pula Ayaati (Ayat-ayat Ku)" ?