Tuesday, June 12, 2012

Nabi Berkata di Dalam Hadis Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi ?

Postingan ini sebenarnya melanjutkan postingan "Matahari dan Bulan Mengelilingi Bumi Menurut Al-Qur'an ?  (klik disini untuk baca)", di mana akan berfokus kepada sebuah periwayatan hadis yang berbunyi :
"Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari tempat kau terbenam’, maka dia pun terbit tempat dia terbenam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya"
Hadis diatas diriwayatkan oleh Bukhari 4802,3199,7424,7433, Muslim 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalam Musnadnya 460, Ahmad dalam Musnadnya 5/145,152,165,177, Abu Dawud 4002, Tirmidzi 3227, Nasa’i dalam Sunan Kubra 11430, Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah 4292, 4293, dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar.

Hadis, yang merupakan periwayatan mengenai perkataan nabi ataupun perilaku nabi, tidaklah sama dengan Al-Qur'an yang merupakan kitab suci serta sumber hukum umat Islam yang ke-auntetik-kannya tidak diragukan karena dijamin langsung oleh Allah. Untuk menilai suatu hadis, apakah dapat diterima atau tidak, perlu dilihat periwayatan, korelasinya dengan Al-Qur'an serta sanad (rantai periwayat)-nya, sehingga dapat dinilai tingkatan hadis-nya : apakah palsu, lemah, ataukah dapat diterima. Akan tetapi, pada umumnya umat Islam sepakat bahwa hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim apalagi oleh keduanya (muttafaqun 'alaih), termasuk hadis di atas yang mana diriwayatkan oleh Bukhari dan juga oleh Muslim, merupakan hadis-hadis yang dapat diterima (sahih atau hasan)

Ketika membaca hadis tersebut di atas, banyak yang berkata bahwa hadis di atas dengan jelas membenarkan bahwasanya matahari itu berputar mengelilingi bumi dari timur ke barat. Kemudian setelah terbenam, maka matahari pun bersujud dan menunggu perintah Allah untuk kembali terbit dari timur. Yang berarti Islam, berdasarkan hadis ini, mengajarkan mengenai geosentris, bumi adalah pusat tata surya. Apalagi mengingat bahwa hadis di atas tergolong sahih.

Di dalam Al-Qur'an surah Al-Najm ayat 2-4 dikatakan :
[53:2] kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,
[53:3] dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.
[53:4] Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)
 Dan di dalam surah Saba' ayat 50 pun dikatakan :
[34:50] Katakanlah (hai Muhammad): "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat".
Jadi menurut Al-Qur'an, kata-kata yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW, terutama mengenai informasi-informasi yang tidak diketahui sebelumnya seperti pada hadis di atas, bukanlah atas kemauan hawa nafsu beliau, akan tetapi karena itu adalah sesuatu yang di wahyukan dan di inspirasikan oleh Allah.

Berdasarkan hal ini, maka jika melihat hadis di atas dimana nabi Muhammad mengatakan bahwa matahari berjalan dan bersujud, itu adalah bukanlah hal yang di ada-adakan, akan tetapi merupakan hal yang beritahukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW tanpa atau dengan perantara (Jibril). Apalagi redaksi hadis yang mengutarakan maksud yang sama dengan di atas, diriwayatkan baik oleh Bukhari dan juga Muslim. Sehingga umat Muslim untuk hal ini seharusnya menerima kebenaran periwayatan dan informasinya.

Mengenai hadis diatas perlu di perhatikan beberapa hal :

Nabi Muhammad SAW mengatakan "Tahukah kalian kemana matahari ini pergi ?" bukan mengatakan "Tahukah kalian kemana matahari ini tenggelam ?". Lihat bagaimana Allah menjaga perkataan nabi Muhammad SAW agar tidak mengatakan kata "tenggelam", dan diganti dengan kata "pergi", walaupun konteks pembicaraannya adalah matahari "terlihat" tenggelam. "Pergi" di sini bisa diartikan pula dengan "beredar", namun tidak dapat disamakan dengan "tenggelam".

Dikatakan pula bahwa “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy...". Harap diperhatikan dan dicatat bahwa di dalam hadist tersebut tidak ada redaksi yang menyebutkan "matahari beredar ke bawah bumi" atau "matahari tenggelam ke bawah bumi" atau "matahari beredar mengelilingi bumi". Yang dikatakan adalah matahari berjalan sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy.

Mari perhatikan hadis berikut :
“Tidaklah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi melainkan ibarat lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang.” (HR. Ibnu Hibban no.361 Syaikh Albani mengatakan hadits ini Shahih)

Aku mendengar Rosululloh Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Tidaklah Kursi jika dibandingkan dengan 'Arsy melainkan ibarat baju besi yang dilemparkan di tengah-tengah padang pasir yang luas." (Syarah Aqidah Ath-Thahawiyah Ibnu Abil ‘Iz, Juz 1 hal:182)
Dan ayat Al-Qur'an berikut :
[23:86] Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arsy yang sangat besar?"
[2:255] ... Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
Jika Kursy Allah saja sudah meliputi tujuh langit dan bumi, maka apalagi Arsy-Nya. Lihat bagaimana disini pun Allah menjaga perkataan nabi Muhammad SAW dengan mengatakan "matahari berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy". Karena Kursy meliputi langit dan bumi, dan Arsy lebih besar daripada Kursy, sehingga dimanapun tempat peredaran matahari di langit, itu adalah di bawah Arsy. Namun pada lintasan peredaran atau orbit matahari, ada tempat-tempat yang ditentukan.

Perhatikan surah Yaasiin ayat 38 berikut :
[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya (wal syamsu tajri limustaqarrin laha)
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam postingan "Matahari dan Bulan Mengelilingi Bumi Menurut Al-Qur'an ? (klik disini untuk baca)", limustaqarrin secara literal "menuju (tempat) yang telah ditentukan". Berarti di dalam orbit matahari, yang tentu saja di bawah Arsy, ada banyak tempat-tempat yang ditentukan oleh Allah, dimana di tempat-tempat ini matahari akan bersujud, sebagaimana yang dikatakan dalam Al-Qur'an :
[13:15] Hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
[16:49] Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
Setiap makhluk dan ciptaan Allah bersujud kepada Allah dengan cara mereka sendiri-sendiri yang tentunya berbeda dengan sujudnya manusia. Karena dengan sujud merupakan ungkapan kepatuhan kepada Allah Yang Maha Pencipta.

Ketika dikatakan "‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya", artinya matahari diperintahkan agar tetap berotasi dan berevolusi seperti biasa menuju tempat yang ditentukan berikutnya, sehingga apabila diamati (terlihat) dari bumi pun matahari seperti terbit dari arah timur.

Sebagaimana yang telah diketahui saat ini, bahwa matahari terlihat terbit dari timur dikarenakan bumi berotasi barat ke timur (berlawanan arah jarum jam). Bumi berotasi dari barat ke timur dikarenakan matahari berotasi dari barat ke timur, berlawanan arah jarum jam (dilihat dari kutub utara matahari). Rotasi matahari dari barat ke timur dan gaya gravitasi matahari menyebabkan planet-planet disekililingnya berevolusi mengelilingi matahari dengan arah yang sama dan berotasi dengan arah yang sama pula, kecuali Venus dan Uranus yang berotasi dari timur ke barat karena memiliki axial tilt lebih dari 90 derajat (sesuai dengan kaidah tangan kanan). Namun kesemuanya memiliki orbit mengelilingi matahari searah dengan arah rotasi matahari.


Sampai akhirnya suatu masa ketika dikatakan kepada matahari "Bangunlah, terbitlah dari tempat kau terbenam", di saat itulah, kemungkinan, arah rotasi matahari akan berubah secara mendadak, sehingga rotasi bumi pun berubah menjadi dari timur ke barat. Disaat rotasi bumi berubah dari timur ke barat, di saat itulah matahari akan terlihat terbit dari barat jika diamati dari bumi. wallahu a'lam

Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang ilmuwan dan bukan pula seorang pendongeng. Apa yang dikatakannya bersumber dari Allah. Sebagaimana yang telah dibahas pula di postingan "Matahari dan Bulan Mengelilingi Bumi Menurut Al-Qur'an ? (klik disini untuk baca)", bahwa Nabi Muhammad SAW hidup dimasa ketika sebagian orang dimuka bumi percaya bahwa matahari dan benda-benda langit lainnya yang mengelilingi bumi, karena itulah yang terlihat dan teramati dari bumi. Oleh karena itu ketika hendak menjelaskan tentang "kemana matahari pergi", Allah menginspirasikan suatu penjelasan yang diterima pada masa itu, akan tetapi tidak bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya, yang mana kenyataan itu akan terbukti dengan ilmu pengetahuan berabad-abad kemudian. Kuncinya adalah pada pemilihan kata.

Ketika nabi Muhammad SAW menceritakan mengenai peristiwa Isra dan Mi'raj beliau, banyak yang meragukan beliau bahkan beberapa menyangka bahwa beliau benar-benar gila, apalagi jika beliau mengatakan mengatakan matahari beredar di tempat peredarannya sendiri sementara bumilah yang mengelilingi matahari dan ikut pula beredar bersama matahari mengelilingi pusat galaksi. Akan tetapi Allah memilihkan kata-kata yang sesuai dan tidak mengandung kebohongan bagi beliau dalam menjelaskan hal tersebut.

Sebagai penutup, hadis di atas hanya menjelaskan tentang matahari, padahal apabila benda-benda langit mengelilingi bumi, seharusnya di jelaskan pula mengenai bulan dan bintang, atau setidaknya ada kata-kata "begitupula dengan bulan dan bintang". Akan tetapi Allah menjaga rasul-Nya dari perkataan yang tidak sesuai, wallahu a'lam

(dari berbagai sumber)
Narrated Abu Huraira:
I heard Allah's Apostle saying, "I have been sent with Jawami al-Kalim (i.e., the shortest expression carrying the widest meanings), and I was made victorious with awe (caste into the hearts of the enemy), and while I was sleeping, the keys of the treasures of the earth were brought to me and were put in my hand." Muhammad said, Jawami'-al-Kalim means that Allah expresses in one or two statements or thereabouts the numerous matters that used to be written in the books revealed before (the coming of) the Prophet .
(Translation of Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 141)
untuk melihat dan mencari ayat-ayat Quran dapat melalui http://www.quranplus.com/
panduan kata per kata dapat menggunakan http://corpus.quran.com/wordbyword.jsp


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...