Showing posts with label Quran dan Sains. Show all posts
Showing posts with label Quran dan Sains. Show all posts

Monday, July 11, 2016

Pembentukan Susu Dalam Al-Qur'an : Dari Antara Kotoran dan Darah

Al-Qur'an merupakan salah satu kitab suci yang banyak membicarakan mengenai "proses". Salah satunya adalah proses mengenai bagaimana susu terbentuk pada hewan-hewan ternak. Proses yang mungkin telah diketahui luas di masa sekarang, namun menjadi misteri pada masa ketika diturunkannya 14 abad yang lalu. Pada saat itu, tidak ada yang mengetahui bagaimana seekor sapi mampu menghasilkan susu, yang merupakan salah satu minuman yang paling banyak diminum pada masa itu. Al-Qur'an menjelaskan hal ini dalam satu ayat, surah An-Nahl (16) ayat 66 :

[16:66] Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.

Dikatakan dalam ayat di atas bahwa susu terbentuk antara tahi (kotoran) dan darah. Apa maksudnya Al-Qur'an mengatakan demikian ? Bagaimana mungkin susu di hasilkan berada di antara tahi dan darah ? Menjawab pertanyaan ini di mulai dengan melihat kenyataan bahwa banyak istilah-istilah yang diketahui oleh orang-orang pada masa ini akan tetapi tidak diketahui oleh orang-orang di masa lalu.

Wednesday, April 2, 2014

Al-Ahzaab 4 : Manusia dan dua jantung ?

Jika dalam surah Al-Hajj (22) ayat 46, Allah di dalam Al-Qur'an menyatakan bahwa jantung memiliki sistem syaraf independen sebagaimana layaknya otak yang dapat belajar, mengingat, bahkan merasakan dan memahami (silakan baca postingan : Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berfikir (klik disini untuk baca) ), maka terkait dengan jantung, Allah melalui Al-Qur'an surah Al-Ahzaab (33) ayat 4 menyatakan pernyataan yang terjemahannya sebagai berikut :
[33:4] Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati (qalbayni) dalam rongganya ...
Satu pernyataan pendek dalam Al-Qur'an dalam surah Al-Ahzaab (33) ayat 4 di atas memiliki makna yang luas jika di coba untuk dipahami. Hati pada ayat di atas bahasa arabnya adalah qalb (yang digunakan dalam ayat ini dalam bentul dual qalbayni), yang juga dapat berarti jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Pertanyaannya : Mengapa Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua buah jantung ?

Sunday, March 9, 2014

Al-Baqarah 187 : Berbuka Puasa Itu Saat Maghrib Ataukah Malam ?

Di dalam Islam, waktu seorang muslim berpuasa di satu hari, ditentukan oleh Allah sebagaimana di sebutkan di dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 187 yang redaksi terjemahan bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :
[2:187] Dihalalkan bagi kamu pada malam hari (ketika) puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Dari ayat di atas, disebutkan bahwa waktu berpuasa seorang muslim dimulai ketika telah terlihat benang putih (cahaya matahari terbit) dari benang hitam (malam), yang diperjelas lagi dilanjutan ayat tersebut, yaitu fajar atau subuh. Kemudian seorang muslim berkewajiban menyempurnakan puasanya sampai tiba waktu malam, yang pada prakteknya, sebagian orang muslim di dunia berbuka di waktu maghrib.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa umat muslim berbuka di waktu magrib, padahal di dalam Al-Qur'an jelas di sebutkan "... tsumma atimmuuu ash-shiyaama ilaa al-layli - kemudian sempurnakan puasamu hingga (datang) malam...". Bukankah malam itu adalah ketika hari sudah gelap ?

Tuesday, March 26, 2013

Jalinan Langit Dalam Pandangan Al-Qur'an

Dari postingan-postingan sebelumnya telah dibahas bagaimana ketika Allah mengadakan sumpah atas nama ciptaan-Nya, pastilah ada makna tersirat dibalik pernyataan sumpah tersebut. Seperti yang disebutkan dalam postingan "Langit yang Bersiklus dan Bumi yang Patah (klik disini untuk baca)" bagaimana ketika Allah bersumpah demi langit dan bumi, ternyata memiliki makna tersirat yang bersesuaian dengan apa yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan saat ini. Dalam postingan kali ini akan di bahas mengenai sumpah Allah yang lain yang terdapat dalam surah Adz-Dzaariyaat ayat 1-4 di bawah :
[51:1] Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya (waldzaariyaati dzarwan)
[51:2] dan awan yang mengandung hujan (falhaamilaati wiqran)
[51:3] dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah (faljaariyaati yusraan)
[51:4] dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan (falmuqassimaati amran)

Sunday, March 3, 2013

Metode Pendeteksi Kebohongan Menurut Al-Qur'an

Allah di dalam Al-Qur'an banyak menjelaskan mengenai tanda-tanda orang-orang kafir dan munafik. Di banyak tempat dikatakan bahwa kita dapat melihat kebohongan dan kemunafikan mereka dapat dilihat melalui tanda-tandanya. Namun siapa yang dapat mengira, apa yang disampaikan di dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu, telah di aplikasikan dimasa sekarang sebagai metode untuk mendeteksi kebohongan seseorang. Al-Qur'an, dengan menggunakan bahasa dan pemilihan kata yang mampu di terima oleh orang-orang pada masa diturunkannya dan tetap dapat diterima dimasa sekarang serta dapat dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan, menjelaskan adanya lima metode yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kebohongan seseorang.

Kelima metode tersebut adalah sebagai berikut :

Thursday, February 28, 2013

Islam dan Gerhana

Jika pada masa sekarang gerhana merupakan suatu fenomena alam yang tergolong biasa, meskipun menakjubkan, baik gerhana matahari maupun bulan, dan asal terjadinya telah diketahui oleh semua orang, kenyataan yang berbeda terjadi di masa dahulu disaat ilmu pengetahuan belum berkembang. Gerhana sering dikaitkan dengan berbagai kekuatan supernatural dan mistis. Ada kepercayaan yang mengaitkan gerhana dengan kelahiran seseorang yang agung ataupun kematian seseorang yang penting, ada pula yang mempercayai terjadinya gerhana akan membawa kekuatan jahat tertentu dan beberapa kepercayaan mempercayai mitos mengenai bulan ataupun matahari yang dimakan dan ditelan oleh hewan-hewan buas mistis untuk beberapa saat.

Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang mempercayai hal semacam itu. Masyarakat Arab Quraish saat itu mempercayai gerhana terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang yang penting. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah yang Islam katakan mengenai gerhana ? Adakah di dalam Al-Qur'an maupun Hadist yang mengatakan mengenai gerhana, yang tidak bertentangan dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan dimasa kini ? Padahal Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang percaya akan adanya fenomena supernatural di balik terjadinya gerhana.

Sunday, February 24, 2013

Langit yang Bersiklus dan Bumi yang Patah

Pemilihan kata, sebagaimana yang dikatakan dalam postingan-postingan sebelumnya, selalu menjadi salah satu bukti argumen yang menjadikan Al-Qur'an benar datangnya dari Allah. Mengapa? Karena suatu kitab suci tidak boleh bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan hukum alam pun datangnya dari Allah, sehingga suatu kitab suci tidak boleh bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Hal ini membuat suatu kitab suci, ketika menjelaskan mengenai alam, harus dapat diterima oleh manusia dimana ketika diturunkan, maupun oleh manusia dimasa sekarang. Al-Qur'an bukanlah kitab ilmu pengetahuan, akan tetapi Al-Qur'an adalah kitab yang menjelaskan, kitab tanda-tanda/ayat-ayat. Dalam hal ini, pemilihan kata menjadi kekuatan Al-Qur'an. Sesuatu yang ditafsirkan berbeda oleh orang-orang dimasa lalu tetap tidak bertentangan dengan penafsiran arti literalnya dimasa sekarang dimasa ilmu pengetahuan berhasil membuktikannya.

Salah satu contohnya adalah yang dinyatakan Al-Qur'an dalam surah Ath-Thaariq (86) ayat 11 dan 12 dimana dalam kedua ayat ini Allah bersumpah demi langit dan bumi, yang terjemahan bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :
[86:11] Demi langit yang mengandung hujan (wal-samaa-i dzaati l-raj'i)
[86:12] dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan (wal-ardhi dzaati l-shad'i)

Monday, January 14, 2013

Struktur Otak Manusia Dalam Al-Qur'an

Apakah Al-Qur'an membicarakan ataukah mengisyaratkan sesuatu mengenai otak manusia ? Jika di dalam postingan "Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berpikir (klik disini untuk baca)" dijelaskan bagaimana Al-Qur'an secara tersirat menyatakan bahwa jantung pun memiliki "otak", apakah mungkin jika Al-Qur'an mengisyaratkan mengenai otak itu sendiri ? Otak merupakan salah satu bagian yang terpenting pada manusia karena merupakan bagian yang berfungsi mengatur dan mengolah segala yang ditangkap oleh panca indera manusia. Pengetahuan dalam mengungkapkan misteri "otak" itu sendiri baru ada dalam beberapa dekade terakhir ini, dan pengetahuan mendalam mengenai struktur dan fungsi otak ini belum dikenal di jaman dahulu, termasuk pada jaman nabi Muhammad SAW dan ketika Al-Qur'an diturunkan. Yang dikenal adalah istilah aqal, yaitu berpikir dengan kepala. Apa yang ada di dalam kepala serta bagian-bagian serta fungsinya masing-masing belum diketahui pada masa tersebut. Hal ini membawa kembali kepada pertanyaan, apakah Al-Qur'an, tersirat ataupun tersurat, mengisyaratkan mengenai struktur otak manusia ?

Sunday, December 30, 2012

Al-Hajj 5 : Tanah Yang Bergetar dan Menelan

Allah melalui Al-Qur'an seringkali mengambil perumpamaan mengenai kebangkitan dengan menceritakan bagaimana bumi dibangkitkan setelah matinya, yaitu bagaimana bumi yang kering menjadi subur kembali setelah Allah menurunkan hujan atasnya. Salah satu ayat yang menjabarkan hal tersebut adalah akhir surah Al-Hajj (22) ayat 5, yang terjemahannya adalah sebagai berikut :
[Q.S 22:5] ... Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Akhir surah Al-Hajj ayat 5 di atas, memiliki terjemahan kata per kata nya adalah "dan kamu lihat bumi kering, kemudian ketika Kami menurunkan air ke atasnya, dia bergetar (ih'tazzat), dan menelannya (warabat), dan menumbuhkan (wa-anbatat) dari setiap pasangan yang indah (kulli jawzin bahiijin)". Terlihat bahwa melalui ayat ini Allah mencoba menjelaskan tahapan yang terjadi ketika Allah menurunkan air ke bumi dalam bentuk hujan dengan mengambil pemisalan pada bumi yang kering atau tandus.

Tuesday, December 25, 2012

Al-Qur'an dan Teori Evolusi

Ketika Charles  Darwin mengeluarkan bukunya yang berjudul "On the Origin of Species" pada tanggal 24 November 1859 yang menjelaskan mengenai keragaman makhluk hidup melalui apa yang dinamakan evolusi oleh seleksi alam, berkembanglah berbagai teori yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada sekarang lahir karena adanya evolusi atau perubahan secara perlahan-lahan dari sisi anatomi dan morfologi akibat adanya seleksi alam.

Teori Premodial Soup atau sup purba menjadi salah satu teori yang populer untuk menjelaskan asal usul kehidupan di bumi, yang menyatakan dari sup purba di bumi awal melahirkan makhluk hidup ber sel satu pertama yang kemudian berevolusi menjadi berbagai macam makhluk hidup. Manusia sendiri dikatakan merupakan puncak evolusi dari kera, apalagi di masa sekarang diketahui adanya kemiripan DNA manusia dan kera, dengan perbedaan sekitar 5%-1%. Berbagai bukti dari hasil eskavasi pun telah dipaparkan sebagai hal yang mendukung teori evolusi ini.

Terkait dengan asal usul kehidupan, timbul pertanyaan mengenai bagaimana pandangan Islam mengenai teori evolusi ini ? Apa yang dikatakan Al-Qur'an mengenai teori evolusi ?

Tuesday, August 28, 2012

Antara Al-Qur'an, Manusia, Kera dan Babi

Di dalam Al-Qur'an diceritakan bagaimana orang-orang Yahudi dahulu, karena kefasikan mereka, sehingga mereka akhirnya dikutuk oleh Allah pada saat itu menjadi "kera yang hina", sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Baqarah (2) ayat 65 dan Al-A'raaf (7) ayat 166 berikut :
[2:65] Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina"

[7:166] Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina"
Kemudian pernyataan yang lain terdapat dalam surah Al-Maidah (5) ayat 60 bahwa orang-orang fasik terdahulu ada yang Allah jadikan kera, babi, dan sebagian lagi Allah butakan hatinya sehingga dari fasik menjadi kafir dan menyembah tuhan-tuhan selain Allah.

Saturday, August 25, 2012

Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berpikir

Kitab suci berasal dari Tuhan, oleh sebab itu selayaknyalah tidak ada satu kata, bahkan satu huruf pun yang ditempatkan di dalamnya dengan sia-sia dan tidak berarti. Allah melalui Al-Qur'an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. Hal ini tertuang di dalam surah Al-Hajj (22) ayat 46 di bawah ini :
[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. "fatakuuna lahum qulubun ya'qiluuna biha" yang diartikan "...lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami...", memiliki arti kata per kata "maka bagi mereka hati (qulubun) yang memahami (ya'qiluuna) dengannya". Dalam bahasa Arab, qulubun berasal dari akar kata qalb yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Sedangkan ya'qiluuna berasal dari akar kata a'qal yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak.

Friday, August 17, 2012

Ath-Thuur 6 : Demi Laut Yang Memiliki Aliran Api

Sebagai wahyu yang diturunkan Allah kepada manusia melalui nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an memuat banyak informasi mengenai tanda-tanda Allah. Salah satu keajaibannya yang telah banyak di bahas di blog ini adalah mengenai gaya bahasanya, bagaimana Al-Qur'an menggunakan bahasa yang berima, indah, singkat namun sarat informasi, dengan bahasa yang dapat diterima oleh orang-orang pada masa diturunkan Al-Qur'an, dan arti tersiratnya mampu dibuktikan oleh ilmu pengetahuan berabad-abad kemudian. Al-Qur'an sebagai kitab suci dan ilmu pengetahuan harus sejalan, karena keduanya adalah berasal dari Allah, diberikan kepada manusia untuk mengungkapkan tanda-tanda-Nya di alam semesta.

Salah satu ayat singkat namun padat yang akan diuraikan dalam postingan kali ini adalah surah Ath-Thuur (52) ayat 6 yang terjemahan bahasa indonesianya adalah sebagai berikut :
[52:6] dan laut yang di dalam tanahnya ada api

Monday, August 6, 2012

Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an

Di dalam postingan  "Benarkah Pernyataan Al-Qur'an Bahwa Semuanya Diciptakan Berpasangan ? (klik disini untuk baca)", ketika membahas mengenai surah Yaasin (36) ayat 36 "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui", telah di bahas bagaimana ayat ini dapat diartikan bahwa "pasangan" pada diri manusia adalah pasangan basa pada DNA/RNA manusia.

Postingan ini akan membahas lebih lanjut mengenai "pasangan pada diri mereka sendiri", bagaimana Al-Qur'an membahas lebih lanjut bahwa dari "pasangan" ini terbentuklah kehidupan, sebagaimana di uraikan di dalam surah Az-Zumar (39) ayat 6 berikut :
[39:6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

Monday, July 23, 2012

Al-Qur'an Berkata "Dengarkanlah Lalat"

Jika di dalam surah Al-Baqarah ayat 26 Allah membuat suatu perumpamaan seekor nyamuk dan "sesuatu di atas-nya (nyamuk itu)" sebagaimana yang telah di bahas di dalam ppostingan "Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya (klik disini untuk baca)", maka di dalam Al-Hajj (22) ayat 73 Allah menggunakan perumpamaan seekor lalat, dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu makhluk pun yang dapat menciptakan seekor lalat kecuali Allah.
[22:73] Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
Mengapa Allah mengambil perumpamaan seekor lalat ? Ketika Allah membuat perumpamaan terhadap sesuatu, maka selalu ada hikmah dibalik itu. Bukankah telah disebutkan di dalam Al-Baqarah ayat 26 bahwa Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan semisal nyamuk sekalipun ?

Saturday, July 7, 2012

Semut Yang Berbicara : Dongeng Al-Qur'an Atau Fakta ?

Salah satu kisah yang menarik di dalam Al-Qur'an adalah kisah mengenai nabi Sulaiman yang mendengar perkataan semut yang memperingatkan akan kedatangan nabi Sulaiman dan tentaranya yang mendekati sarang mereka. Dikisahkan salah satu semut dalam kawanan tersebut memperingatkan kawan-kawannya untuk segera kembali ke sarang-sarang mereka agar tidak terinjak oleh tentara nabi Sulaiman. Kisah tersebut tertuang dalam dua ayat di surah An-Naml (27) ayat 18-19 yang mengatakan :
[27:18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
[27:19] maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
Orang yang membaca kedua ayat di atas mungkin akan bertanya, apa maksudnya Allah mengungkapkan kisah tersebut di ayat Al-Qur'an. Suatu kisah yang sepele dan tidak pernah ada di kitab-kitab sebelumnya.. Banyak yang menganggap cerita di atas hanyalah dongeng, karena yang dikatakan dapat "mendengar" perkataan sang semut hanyalah nabi Sulaiman.

Thursday, July 5, 2012

Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya

Ketika membicarakan sesuatu seringkali, Allah, di dalam Al-Qur'an menggunakan perumpamaan. Ketika membicarakan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, Allah mengumpamakan dengan kebun yang menghasilkan buah berlipat-lipat (Q.S 2:265) atau ketika membicarakan orang yang riya, Allah mengumpamakan dengan batu yang ditimpa hujan lebat yang menghanyutkan apa yang tadi ada pada batu tersebut (Q.S 2:264), dan lain sebagainya. Ketika Allah membuat sesuatu sebagai perumpamaan, pasti selalu ada hikmah dibalik itu, yang menjadi peneguh iman bagi mereka yang beriman, sebagaimana yang diungkapkan pada surah Al-Baqarah (2) ayat 26 :
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik

Monday, July 2, 2012

Al-Qur'an, Tujuh Bumi Dan Lautan


Postingan ini dimulai dengan melanjutkan postingan terdahulu : "Bumi itu Datar Menurut Al-Qur'an ? (klik disini untuk baca)", "Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an (klik disini untuk baca)", dan "Umur Bumi dan Alam Semesta - Pertentangan Antara Agama dan Ilmu (klik disini untuk baca)",  yaitu dengan melihat surah Ath-Thalaaq (65) ayat 12 :
[65:12] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
Ayat di atas di dahului dengan "Allahu l-ladzii khalaqa sab'a samaawaatin wamina l-ardhi mitslahunna", Allah, Dia menciptakan tujuh langit dan bagi bumi seperti halnya mereka (langit). Allah mengindikasikan bahwa sebagaimana dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis, Allah pun menjadikan tujuh bumi sebagaimana langit, seperti yang di sebutkan dalam surah Al-Mulk (67) ayat 3.
[67:3] Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis (thibaaqan) ...

Sunday, July 1, 2012

Benarkah Pernyataan Al-Qur'an Bahwa Semuanya Diciptakan Berpasangan ?

Kita semua mengetahui bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, ada yang diciptakan sebagai laki-laki dan ada pula yang diciptakan sebagai perempuan. Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diyakini bersumber dari Allah pun menyatakan demikian, seperti yang disebutkan dalam An- Najm (53) ayat 45 dan Asy-Syuuraa (42) ayat 11. Namun di ayat yang lain, Allah memberitahukan bahwa tidak hanya manusia yang diciptakan berpasangan, akan tetapi "semuanya" diciptakan berpasangan.
[36:36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Dari surah Yaasiin (36) ayat 36 di atas secara terang-terangan Allah memberitahukan kepada kita bahwa semuanya diciptakan secara berpasangan. Ketika membicarakan mengenai "pasangan" di sini tidak hanya terbatas pasangan "laki-laki dan perempuan" pada manusia karena Allah menegaskan bahwa pasangan itu diciptakannya bagi semua yang ditumbuhkan oleh bumi, dan juga manusia dan lainnya.

Saturday, June 23, 2012

Listrik, Kekekalan Energi, dan Spektrum Cahaya Dalam Al-Qur'an

Ketika Allah memberikan suatu perumpamaan kepada manusia, tidaklah perumpamaan itu dijadikan Allah sebagai suatu omong kosong belaka. Setiap perumpamaan yang Allah ungkapkan di dalam Al-Qur'an diungkapkan agar manusia mau berpikir. Salah satu perumpamaan yang diungkapkan dalam Al-Qur'an adalah perumpamaan mengenai cahaya Allah.
[24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.