[2:65] Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina"Kemudian pernyataan yang lain terdapat dalam surah Al-Maidah (5) ayat 60 bahwa orang-orang fasik terdahulu ada yang Allah jadikan kera, babi, dan sebagian lagi Allah butakan hatinya sehingga dari fasik menjadi kafir dan menyembah tuhan-tuhan selain Allah.
[7:166] Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina"
Quran - The Perfect Harmony :: In The Name Of Allah, The Beneficent, The Merciful
Halaman Depan | Klik Disini Untuk Lihat Artikel Lainnya | Click here for English Version
Tuesday, August 28, 2012
Antara Al-Qur'an, Manusia, Kera dan Babi
Di dalam Al-Qur'an diceritakan bagaimana orang-orang Yahudi dahulu, karena kefasikan mereka, sehingga mereka akhirnya dikutuk oleh Allah pada saat itu menjadi "kera yang hina", sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Baqarah (2) ayat 65 dan Al-A'raaf (7) ayat 166 berikut :
Saturday, August 25, 2012
Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berpikir
Kitab suci berasal dari Tuhan, oleh sebab itu selayaknyalah tidak ada satu kata, bahkan satu huruf pun yang ditempatkan di dalamnya dengan sia-sia dan tidak berarti. Allah melalui Al-Qur'an sebagai kitab suci, banyak memerintahkan manusia untuk menggunakan akal mereka untuk berpikir, menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, dan juga di dalam diri manusia itu sendiri. Memahami dan berpikir, tidak hanya di perintahkan untuk dilakukan dengan akal atau otak, akan tetapi dengan hati. Karena perpaduan akal dan hati, bagi seorang manusia, akan menuntunnya kepada kebenaran. Hal ini tertuang di dalam surah Al-Hajj (22) ayat 46 di bawah ini :
[22:46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.Perhatikan surah Al-Hajj ayat 46 di atas. "fatakuuna lahum qulubun ya'qiluuna biha" yang diartikan "...lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami...", memiliki arti kata per kata "maka bagi mereka hati (qulubun) yang memahami (ya'qiluuna) dengannya". Dalam bahasa Arab, qulubun berasal dari akar kata qalb yang artinya hati atau jantung. Harap dibedakan antara hati disini dengan hati (liver) yang merupakan salah satu anatomi dalam sistem pencernaan. Sebagaimana halnya beberapa bahasa di dunia, seperti misalnya bahasa Inggris, yang mana heart dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung, dalam bahasa Arab qalb dapat berarti hati dan dapat pula berarti jantung. Sedangkan ya'qiluuna berasal dari akar kata a'qal yang berarti berpikir atau memahami, dan dalam kaitannya dengan anatomi berarti otak.
Sunday, August 19, 2012
Hewan-Hewan Yang Terlupakan Oleh Al-Qur'an (?)
Postingan kali ini membahas mengenai adanya klaim mengenai hewan-hewan atau binatang-binatang yang terlupakan oleh Al-Qur'an. Sebagian orang
ada yang mengatakan : pernyataan Al-Qur'an dalam surah An-Nuur menyatakan bahwa
Allah membatasi bahwa binatang ciptaan-Nya hanyalah binatang yang
berjalan dengan perutnya, binatang yang berjalan dengan dua kaki dan
sebagian berjalan dengan empat kaki. Bagaimana dengan binatang seperti
laba-laba yang memiliki delapan kaki atau beberapa jenis kepiting yang
berjalan dengan sepuluh kakinya dan binatang-binatang lain yang memiliki kaki lebih dari empat ? Ayat dalam surah An-Nuur yang dimaksud
adalah ayat 45 sebagai berikut :
[24:45] Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Friday, August 17, 2012
Ath-Thuur 6 : Demi Laut Yang Memiliki Aliran Api
Sebagai wahyu yang diturunkan Allah kepada manusia melalui nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an memuat banyak informasi mengenai tanda-tanda Allah. Salah satu keajaibannya yang telah banyak di bahas di blog ini adalah mengenai gaya bahasanya, bagaimana Al-Qur'an menggunakan bahasa yang berima, indah, singkat namun sarat informasi, dengan bahasa yang dapat diterima oleh orang-orang pada masa diturunkan Al-Qur'an, dan arti tersiratnya mampu dibuktikan oleh ilmu pengetahuan berabad-abad kemudian. Al-Qur'an sebagai kitab suci dan ilmu pengetahuan harus sejalan, karena keduanya adalah berasal dari Allah, diberikan kepada manusia untuk mengungkapkan tanda-tanda-Nya di alam semesta.
Salah satu ayat singkat namun padat yang akan diuraikan dalam postingan kali ini adalah surah Ath-Thuur (52) ayat 6 yang terjemahan bahasa indonesianya adalah sebagai berikut :
Salah satu ayat singkat namun padat yang akan diuraikan dalam postingan kali ini adalah surah Ath-Thuur (52) ayat 6 yang terjemahan bahasa indonesianya adalah sebagai berikut :
[52:6] dan laut yang di dalam tanahnya ada api
Monday, August 6, 2012
Sel dan Genetika Pada Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an
Di dalam postingan "Benarkah Pernyataan Al-Qur'an Bahwa Semuanya Diciptakan Berpasangan ? (klik disini untuk baca)", ketika membahas mengenai surah Yaasin (36) ayat 36 "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui", telah di bahas bagaimana ayat ini dapat diartikan bahwa "pasangan" pada diri manusia adalah pasangan basa pada DNA/RNA manusia.
Postingan ini akan membahas lebih lanjut mengenai "pasangan pada diri mereka sendiri", bagaimana Al-Qur'an membahas lebih lanjut bahwa dari "pasangan" ini terbentuklah kehidupan, sebagaimana di uraikan di dalam surah Az-Zumar (39) ayat 6 berikut :
Postingan ini akan membahas lebih lanjut mengenai "pasangan pada diri mereka sendiri", bagaimana Al-Qur'an membahas lebih lanjut bahwa dari "pasangan" ini terbentuklah kehidupan, sebagaimana di uraikan di dalam surah Az-Zumar (39) ayat 6 berikut :
[39:6] Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
Monday, July 23, 2012
Al-Qur'an Berkata "Dengarkanlah Lalat"
Jika di dalam surah Al-Baqarah ayat 26 Allah membuat suatu perumpamaan seekor nyamuk dan "sesuatu di atas-nya (nyamuk itu)" sebagaimana yang telah di bahas di dalam ppostingan "Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya (klik disini untuk baca)", maka di dalam Al-Hajj (22) ayat 73 Allah menggunakan perumpamaan seekor lalat, dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu makhluk pun yang dapat menciptakan seekor lalat kecuali Allah.
[22:73] Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.Mengapa Allah mengambil perumpamaan seekor lalat ? Ketika Allah membuat perumpamaan terhadap sesuatu, maka selalu ada hikmah dibalik itu. Bukankah telah disebutkan di dalam Al-Baqarah ayat 26 bahwa Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan semisal nyamuk sekalipun ?
Saturday, July 7, 2012
Semut Yang Berbicara : Dongeng Al-Qur'an Atau Fakta ?
Salah satu kisah yang menarik di dalam Al-Qur'an adalah kisah mengenai nabi Sulaiman yang mendengar perkataan semut yang memperingatkan akan kedatangan nabi Sulaiman dan tentaranya yang mendekati sarang mereka. Dikisahkan salah satu semut dalam kawanan tersebut memperingatkan kawan-kawannya untuk segera kembali ke sarang-sarang mereka agar tidak terinjak oleh tentara nabi Sulaiman. Kisah tersebut tertuang dalam dua ayat di surah An-Naml (27) ayat 18-19 yang mengatakan :
[27:18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";Orang yang membaca kedua ayat di atas mungkin akan bertanya, apa maksudnya Allah mengungkapkan kisah tersebut di ayat Al-Qur'an. Suatu kisah yang sepele dan tidak pernah ada di kitab-kitab sebelumnya.. Banyak yang menganggap cerita di atas hanyalah dongeng, karena yang dikatakan dapat "mendengar" perkataan sang semut hanyalah nabi Sulaiman.
[27:19] maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
Thursday, July 5, 2012
Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya
Ketika membicarakan sesuatu seringkali, Allah, di dalam Al-Qur'an menggunakan perumpamaan. Ketika membicarakan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, Allah mengumpamakan dengan kebun yang menghasilkan buah berlipat-lipat (Q.S 2:265) atau ketika membicarakan orang yang riya, Allah mengumpamakan dengan batu yang ditimpa hujan lebat yang menghanyutkan apa yang tadi ada pada batu tersebut (Q.S 2:264), dan lain sebagainya. Ketika Allah membuat sesuatu sebagai perumpamaan, pasti selalu ada hikmah dibalik itu, yang menjadi peneguh iman bagi mereka yang beriman, sebagaimana yang diungkapkan pada surah Al-Baqarah (2) ayat 26 :
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik
Monday, July 2, 2012
Al-Qur'an, Tujuh Bumi Dan Lautan
Postingan ini dimulai dengan melanjutkan postingan terdahulu : "Bumi itu Datar Menurut Al-Qur'an ? (klik disini untuk baca)", "Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an (klik disini untuk baca)", dan "Umur Bumi dan Alam Semesta - Pertentangan Antara Agama dan Ilmu (klik disini untuk baca)", yaitu dengan melihat surah Ath-Thalaaq (65) ayat 12 :
[65:12] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.Ayat di atas di dahului dengan "Allahu l-ladzii khalaqa sab'a samaawaatin wamina l-ardhi mitslahunna", Allah, Dia menciptakan tujuh langit dan bagi bumi seperti halnya mereka (langit). Allah mengindikasikan bahwa sebagaimana dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis, Allah pun menjadikan tujuh bumi sebagaimana langit, seperti yang di sebutkan dalam surah Al-Mulk (67) ayat 3.
[67:3] Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis (thibaaqan) ...
Sunday, July 1, 2012
Benarkah Pernyataan Al-Qur'an Bahwa Semuanya Diciptakan Berpasangan ?
Kita semua mengetahui bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, ada yang diciptakan sebagai laki-laki dan ada pula yang diciptakan sebagai perempuan. Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diyakini bersumber dari Allah pun menyatakan demikian, seperti yang disebutkan dalam An- Najm (53) ayat 45 dan Asy-Syuuraa (42) ayat 11. Namun di ayat yang lain, Allah memberitahukan bahwa tidak hanya manusia yang diciptakan berpasangan, akan tetapi "semuanya" diciptakan berpasangan.
[36:36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.Dari surah Yaasiin (36) ayat 36 di atas secara terang-terangan Allah memberitahukan kepada kita bahwa semuanya diciptakan secara berpasangan. Ketika membicarakan mengenai "pasangan" di sini tidak hanya terbatas pasangan "laki-laki dan perempuan" pada manusia karena Allah menegaskan bahwa pasangan itu diciptakannya bagi semua yang ditumbuhkan oleh bumi, dan juga manusia dan lainnya.