Monday, July 23, 2012

Al-Qur'an Berkata "Dengarkanlah Lalat"

Jika di dalam surah Al-Baqarah ayat 26 Allah membuat suatu perumpamaan seekor nyamuk dan "sesuatu di atas-nya (nyamuk itu)" sebagaimana yang telah di bahas di dalam ppostingan "Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya (klik disini untuk baca)", maka di dalam Al-Hajj (22) ayat 73 Allah menggunakan perumpamaan seekor lalat, dengan mengatakan bahwa tidak ada suatu makhluk pun yang dapat menciptakan seekor lalat kecuali Allah.
[22:73] Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
Mengapa Allah mengambil perumpamaan seekor lalat ? Ketika Allah membuat perumpamaan terhadap sesuatu, maka selalu ada hikmah dibalik itu. Bukankah telah disebutkan di dalam Al-Baqarah ayat 26 bahwa Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan semisal nyamuk sekalipun ?

Saturday, July 7, 2012

Semut Yang Berbicara : Dongeng Al-Qur'an Atau Fakta ?

Salah satu kisah yang menarik di dalam Al-Qur'an adalah kisah mengenai nabi Sulaiman yang mendengar perkataan semut yang memperingatkan akan kedatangan nabi Sulaiman dan tentaranya yang mendekati sarang mereka. Dikisahkan salah satu semut dalam kawanan tersebut memperingatkan kawan-kawannya untuk segera kembali ke sarang-sarang mereka agar tidak terinjak oleh tentara nabi Sulaiman. Kisah tersebut tertuang dalam dua ayat di surah An-Naml (27) ayat 18-19 yang mengatakan :
[27:18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
[27:19] maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
Orang yang membaca kedua ayat di atas mungkin akan bertanya, apa maksudnya Allah mengungkapkan kisah tersebut di ayat Al-Qur'an. Suatu kisah yang sepele dan tidak pernah ada di kitab-kitab sebelumnya.. Banyak yang menganggap cerita di atas hanyalah dongeng, karena yang dikatakan dapat "mendengar" perkataan sang semut hanyalah nabi Sulaiman.

Thursday, July 5, 2012

Perumpamaan Dalam Al-Qur'an : Nyamuk Dan Sesuatu Di Atasnya

Ketika membicarakan sesuatu seringkali, Allah, di dalam Al-Qur'an menggunakan perumpamaan. Ketika membicarakan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, Allah mengumpamakan dengan kebun yang menghasilkan buah berlipat-lipat (Q.S 2:265) atau ketika membicarakan orang yang riya, Allah mengumpamakan dengan batu yang ditimpa hujan lebat yang menghanyutkan apa yang tadi ada pada batu tersebut (Q.S 2:264), dan lain sebagainya. Ketika Allah membuat sesuatu sebagai perumpamaan, pasti selalu ada hikmah dibalik itu, yang menjadi peneguh iman bagi mereka yang beriman, sebagaimana yang diungkapkan pada surah Al-Baqarah (2) ayat 26 :
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik

Monday, July 2, 2012

Al-Qur'an, Tujuh Bumi Dan Lautan


Postingan ini dimulai dengan melanjutkan postingan terdahulu : "Bumi itu Datar Menurut Al-Qur'an ? (klik disini untuk baca)", "Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an (klik disini untuk baca)", dan "Umur Bumi dan Alam Semesta - Pertentangan Antara Agama dan Ilmu (klik disini untuk baca)",  yaitu dengan melihat surah Ath-Thalaaq (65) ayat 12 :
[65:12] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
Ayat di atas di dahului dengan "Allahu l-ladzii khalaqa sab'a samaawaatin wamina l-ardhi mitslahunna", Allah, Dia menciptakan tujuh langit dan bagi bumi seperti halnya mereka (langit). Allah mengindikasikan bahwa sebagaimana dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis, Allah pun menjadikan tujuh bumi sebagaimana langit, seperti yang di sebutkan dalam surah Al-Mulk (67) ayat 3.
[67:3] Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis (thibaaqan) ...

Sunday, July 1, 2012

Benarkah Pernyataan Al-Qur'an Bahwa Semuanya Diciptakan Berpasangan ?

Kita semua mengetahui bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, ada yang diciptakan sebagai laki-laki dan ada pula yang diciptakan sebagai perempuan. Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diyakini bersumber dari Allah pun menyatakan demikian, seperti yang disebutkan dalam An- Najm (53) ayat 45 dan Asy-Syuuraa (42) ayat 11. Namun di ayat yang lain, Allah memberitahukan bahwa tidak hanya manusia yang diciptakan berpasangan, akan tetapi "semuanya" diciptakan berpasangan.
[36:36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan pada diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Dari surah Yaasiin (36) ayat 36 di atas secara terang-terangan Allah memberitahukan kepada kita bahwa semuanya diciptakan secara berpasangan. Ketika membicarakan mengenai "pasangan" di sini tidak hanya terbatas pasangan "laki-laki dan perempuan" pada manusia karena Allah menegaskan bahwa pasangan itu diciptakannya bagi semua yang ditumbuhkan oleh bumi, dan juga manusia dan lainnya.

Sunday, June 24, 2012

Al-Qur'an, Terorisme dan Bunuh Diri

Perhatian dunia mulai tertuju kepada Islam ketika Al-Qaeda dituduh sebagai dalang di balik runtuhnya gedung World Trade Center pada tanggal 11 September 2001, kemudian menyusul kejadian bom bunuh diri di Bali, Indonesia, yang menewaskan 202 orang di sebuah kafe, pada tanggal 12 Oktober 2012. Belum lagi bom bunuh diri yang di lakukan terhadap hotel JW Marriott Jakarta pada tanggal 5 agustus 2003 dan bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Dan juga sering kita dengar melalui berita terjadinya bom bunuh diri yang dilakukan setelah pendudukan Israel atas Palesna dan juga setelah penyerangan Amerika Serikat terhadap Afganistan dan Irak.

Berbagai tuduhan dan opini terdengar terkait dengan kejadian-kejadian tersebut. Banyak yang mengeluarkan argumen bahwa Islam melalui Al-Qur'an mengajarkan untuk membunuh orang-orang kafir dimana saja orang-orang kafir itu berada. Sebagian beranggapan Al-Qur'an, yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, terinspirasi dari Alkitab terutama kitab Yosua, dimana diceritakan bahwa Yosua, penerus Musa, atas perintah dan nama Tuhan menghancurkan kota kaum penyembah berhala Ai dan membunuh dua belas ribu penduduknya laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak, begitu pula dengan kota pagan yang lain yang dijanjikan Tuhan untuk dikuasai bangsa Israel, seperti Yerikho, Makeda, Libna, Lakhis, Eglon, Hebron, Gezer, Debir, dimana seluruh penduduk kota tersebut tanpa terkecuali ditumpas oleh Yosua (Alkitab, kitab Yosua 6:17-27,  8:1-29,  10:28-43).

Terlepas dari siapa atau kelompok apa yang melakukan, apakah ada konspirasi di dalamnya atau tidak, artikel ini membahas ayat-ayat dalam Al-Qur'an, yang ditafsirkan oleh beberapa orang, memberikan ijin untuk membunuh setiap orang kafir, dan juga bunuh diri dalam persfektif Islam. Ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Saturday, June 23, 2012

Listrik, Kekekalan Energi, dan Spektrum Cahaya Dalam Al-Qur'an

Ketika Allah memberikan suatu perumpamaan kepada manusia, tidaklah perumpamaan itu dijadikan Allah sebagai suatu omong kosong belaka. Setiap perumpamaan yang Allah ungkapkan di dalam Al-Qur'an diungkapkan agar manusia mau berpikir. Salah satu perumpamaan yang diungkapkan dalam Al-Qur'an adalah perumpamaan mengenai cahaya Allah.
[24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tuesday, June 19, 2012

Al-Qur'an dan Pembentukan Minyak Bumi

Minyak mentah atau minyak bumi terbentuk akibat adanya percampuran dari berbagai hidrokarbon dengan mineral seperti sulfur dalam tekanan yang ekstrim. Saat ini telah diketahui bahwa sebagian besar, jika tidak dapat dikatakan semua, minyak mentah ini berasal dari bahan-bahan organik seperti binatang-binatang kecil dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan terkubur di dasar laut jutaan tahun yang lalu, melalui proses peruraian dan pencampuran dengan pasir dan lumpur ditambah dengan tekanan yang tinggi.

Walaupun fakta tentang pembentukan minyak dari bahan organik ini baru diketahui satu-dua abad ini, namun ternyata hal ini telah disebutkan di dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu di surah Al-A'la (87) ayat 1-5:
[87:1] Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,
[87:2] Yang menciptakan, dan menyempurnakan 

[87:3] dan Yang menentukan kadar dan mengarahkan (memberi petunjuk),
[87:4] dan Yang (telah) menumbuhkan/menciptakan rumput-rumputan (al-mar'a),
[87:5] lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman (ghutsaa-an ahwaa).

Tuesday, June 12, 2012

Nabi Berkata di Dalam Hadis Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi ?

Postingan ini sebenarnya melanjutkan postingan "Matahari dan Bulan Mengelilingi Bumi Menurut Al-Qur'an ?  (klik disini untuk baca)", di mana akan berfokus kepada sebuah periwayatan hadis yang berbunyi :
"Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari tempat kau terbenam’, maka dia pun terbit tempat dia terbenam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya"

Sunday, June 10, 2012

Maryam, Ibu Yesus sekaligus Saudara Harun dan Musa ?

Salah satu ayat dalam Al-Qur'an yang banyak di permasalahkan oleh kalangan ahli kitab adalah mengenai "Maryam ibu Yesus yang juga dikatakan sebagai saudara perempuan Harun, saudara Musa". Hal itu tertuang dalam surah Maryam ayat 29 :
[Q.S 19:27] Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah membawa perkara yang berat.
[Q.S 19:28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

[Q.S 19:29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
[Q.S 19:30] Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Di dalam Alkitab dikatakan Amram dan Yokhebed dari keturunan Lewi, memperanakkan Miryam, Musa dan Harun. Sehingga sering dikatakan bahwa nabi Muhammad SAW salah mengira Maryam ibu Yesus sebagai Miryam saudara Harun dan anak Amram (Imran dalam bahasa Arab) di jaman Musa, sehingga terjadi kesalahan demikian di dalam Al-Qur'an.

Dengan latar belakang ini, maka postingan ini dibuat, bukan sebagai bahan perdebatan ataupun saling menyalahkan, tetapi berupaya memberikan informasi mengenai maksud dari surah Maryam ayat 28 tersebut diatas sehingga lebih jelas maksudnya.