Tuesday, March 26, 2013

Jalinan Langit Dalam Pandangan Al-Qur'an

Dari postingan-postingan sebelumnya telah dibahas bagaimana ketika Allah mengadakan sumpah atas nama ciptaan-Nya, pastilah ada makna tersirat dibalik pernyataan sumpah tersebut. Seperti yang disebutkan dalam postingan "Langit yang Bersiklus dan Bumi yang Patah (klik disini untuk baca)" bagaimana ketika Allah bersumpah demi langit dan bumi, ternyata memiliki makna tersirat yang bersesuaian dengan apa yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan saat ini. Dalam postingan kali ini akan di bahas mengenai sumpah Allah yang lain yang terdapat dalam surah Adz-Dzaariyaat ayat 1-4 di bawah :
[51:1] Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya (waldzaariyaati dzarwan)
[51:2] dan awan yang mengandung hujan (falhaamilaati wiqran)
[51:3] dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah (faljaariyaati yusraan)
[51:4] dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan (falmuqassimaati amran)

Sunday, March 3, 2013

Metode Pendeteksi Kebohongan Menurut Al-Qur'an

Allah di dalam Al-Qur'an banyak menjelaskan mengenai tanda-tanda orang-orang kafir dan munafik. Di banyak tempat dikatakan bahwa kita dapat melihat kebohongan dan kemunafikan mereka dapat dilihat melalui tanda-tandanya. Namun siapa yang dapat mengira, apa yang disampaikan di dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu, telah di aplikasikan dimasa sekarang sebagai metode untuk mendeteksi kebohongan seseorang. Al-Qur'an, dengan menggunakan bahasa dan pemilihan kata yang mampu di terima oleh orang-orang pada masa diturunkannya dan tetap dapat diterima dimasa sekarang serta dapat dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan, menjelaskan adanya lima metode yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kebohongan seseorang.

Kelima metode tersebut adalah sebagai berikut :

Thursday, February 28, 2013

Islam dan Gerhana

Jika pada masa sekarang gerhana merupakan suatu fenomena alam yang tergolong biasa, meskipun menakjubkan, baik gerhana matahari maupun bulan, dan asal terjadinya telah diketahui oleh semua orang, kenyataan yang berbeda terjadi di masa dahulu disaat ilmu pengetahuan belum berkembang. Gerhana sering dikaitkan dengan berbagai kekuatan supernatural dan mistis. Ada kepercayaan yang mengaitkan gerhana dengan kelahiran seseorang yang agung ataupun kematian seseorang yang penting, ada pula yang mempercayai terjadinya gerhana akan membawa kekuatan jahat tertentu dan beberapa kepercayaan mempercayai mitos mengenai bulan ataupun matahari yang dimakan dan ditelan oleh hewan-hewan buas mistis untuk beberapa saat.

Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang mempercayai hal semacam itu. Masyarakat Arab Quraish saat itu mempercayai gerhana terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang yang penting. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah yang Islam katakan mengenai gerhana ? Adakah di dalam Al-Qur'an maupun Hadist yang mengatakan mengenai gerhana, yang tidak bertentangan dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan dimasa kini ? Padahal Islam hadir ditengah-tengah masyarakat yang percaya akan adanya fenomena supernatural di balik terjadinya gerhana.

Sunday, February 24, 2013

Langit yang Bersiklus dan Bumi yang Patah

Pemilihan kata, sebagaimana yang dikatakan dalam postingan-postingan sebelumnya, selalu menjadi salah satu bukti argumen yang menjadikan Al-Qur'an benar datangnya dari Allah. Mengapa? Karena suatu kitab suci tidak boleh bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan hukum alam pun datangnya dari Allah, sehingga suatu kitab suci tidak boleh bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Hal ini membuat suatu kitab suci, ketika menjelaskan mengenai alam, harus dapat diterima oleh manusia dimana ketika diturunkan, maupun oleh manusia dimasa sekarang. Al-Qur'an bukanlah kitab ilmu pengetahuan, akan tetapi Al-Qur'an adalah kitab yang menjelaskan, kitab tanda-tanda/ayat-ayat. Dalam hal ini, pemilihan kata menjadi kekuatan Al-Qur'an. Sesuatu yang ditafsirkan berbeda oleh orang-orang dimasa lalu tetap tidak bertentangan dengan penafsiran arti literalnya dimasa sekarang dimasa ilmu pengetahuan berhasil membuktikannya.

Salah satu contohnya adalah yang dinyatakan Al-Qur'an dalam surah Ath-Thaariq (86) ayat 11 dan 12 dimana dalam kedua ayat ini Allah bersumpah demi langit dan bumi, yang terjemahan bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :
[86:11] Demi langit yang mengandung hujan (wal-samaa-i dzaati l-raj'i)
[86:12] dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan (wal-ardhi dzaati l-shad'i)

Monday, January 14, 2013

Struktur Otak Manusia Dalam Al-Qur'an

Apakah Al-Qur'an membicarakan ataukah mengisyaratkan sesuatu mengenai otak manusia ? Jika di dalam postingan "Al-Qur'an Menyatakan Jantung Pun Berpikir (klik disini untuk baca)" dijelaskan bagaimana Al-Qur'an secara tersirat menyatakan bahwa jantung pun memiliki "otak", apakah mungkin jika Al-Qur'an mengisyaratkan mengenai otak itu sendiri ? Otak merupakan salah satu bagian yang terpenting pada manusia karena merupakan bagian yang berfungsi mengatur dan mengolah segala yang ditangkap oleh panca indera manusia. Pengetahuan dalam mengungkapkan misteri "otak" itu sendiri baru ada dalam beberapa dekade terakhir ini, dan pengetahuan mendalam mengenai struktur dan fungsi otak ini belum dikenal di jaman dahulu, termasuk pada jaman nabi Muhammad SAW dan ketika Al-Qur'an diturunkan. Yang dikenal adalah istilah aqal, yaitu berpikir dengan kepala. Apa yang ada di dalam kepala serta bagian-bagian serta fungsinya masing-masing belum diketahui pada masa tersebut. Hal ini membawa kembali kepada pertanyaan, apakah Al-Qur'an, tersirat ataupun tersurat, mengisyaratkan mengenai struktur otak manusia ?

Sunday, January 6, 2013

Haman dan Menara Yang Mencapai Langit

Melanjutkan postingan "Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan (klik disini untuk baca)",  di dalam postingan kali ini akan membahas mengenai Haman, sang wakil dari Fir'aun, yang namanya di sebutkan 6 kali di dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang telah disebutkan di awal postingan "Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan (klik disini untuk baca)", bahwa terdapat beberapa informasi mengenai Fir'aun di zaman Musa yang diinformasikan oleh Al-Qur'an yang tidak terdapat di kitab-kitab sebelumnya (Tanakh atau Perjanjian Lama). Informasi tersebut adalah :
  • Fir'aun menganggap dirinya sebagai tuhan
  • Fir'aun memiliki orang kepercayaan yang bernama atau dijuluki Haman 
  • Kisah tentang keinginan fir'aun membangun menara untuk melihat Tuhan
Jika poin yang pertama telah dicoba untuk dikupas pada postingan sebelumnya, maka kali ini akan dicoba dibahas mengenai siapakah Haman, orang kepercayaan Fir'aun ? Bagaimana dengan informasi di dalam Al-Qur'an yang menyatakan keinginan Fir'aun untuk melihat Tuhan Musa dan kaitannya dengan Haman ?

Haman sendiri di dalam Al-Qur'an disebutkan sebagai orang yang bersalah dan menentang, yang dinyatakan di dalam ayat-ayat berikut :

Tuesday, January 1, 2013

Fir'aun dan Pengakuan Sebagai Tuhan

Kisah antara nabi Musa dan Fir'aun di dalam Al-Qur'an di ceritakan di banyak ayat dan surahnya. Arogansi Fir'aun yang menentang Allah dan ajaran yang dibawa Musa, yang akhirnya berakhir dengan kematian dirinya tenggelam di laut ketika Musa membawa bangsa Israel keluar dari mesir melewati laut yang terbelah, telah terkenal tidak saja di kalangan Muslim, tapi juga di kalangan ahli kitab dari kitab-kitab terdahulu. Hal ini dikarenakan kisah Musa sebagai nabi besar bangsa Israel, juga terdapat di kitab terdahulu yaitu kitab Keluaran di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama.

Postingan kali ini akan membahas mengenai salah satu beberapa informasi dari Al-Qur'an mengenai Fir'aun pada zaman nabi Musa yang mana informasi ini tidak terdapat di kitab terdahulu. Informasi tersebut adalah :
  • Fir'aun menganggap dirinya sebagai tuhan
  • Fir'aun memiliki orang kepercayaan yang bernama atau dijuluki Haman 
  • Kisah tentang keinginan Fir'aun membangun menara untuk melihat Tuhan
Di postingan ini akan membahas mengenai poin pertama di atas, sedangkan kedua poin yang lain akan dibahas pada postingan "Haman dan Menara Yang Mencapai Langit (klik disini untuk baca)"

Sunday, December 30, 2012

Al-Hajj 5 : Tanah Yang Bergetar dan Menelan

Allah melalui Al-Qur'an seringkali mengambil perumpamaan mengenai kebangkitan dengan menceritakan bagaimana bumi dibangkitkan setelah matinya, yaitu bagaimana bumi yang kering menjadi subur kembali setelah Allah menurunkan hujan atasnya. Salah satu ayat yang menjabarkan hal tersebut adalah akhir surah Al-Hajj (22) ayat 5, yang terjemahannya adalah sebagai berikut :
[Q.S 22:5] ... Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Akhir surah Al-Hajj ayat 5 di atas, memiliki terjemahan kata per kata nya adalah "dan kamu lihat bumi kering, kemudian ketika Kami menurunkan air ke atasnya, dia bergetar (ih'tazzat), dan menelannya (warabat), dan menumbuhkan (wa-anbatat) dari setiap pasangan yang indah (kulli jawzin bahiijin)". Terlihat bahwa melalui ayat ini Allah mencoba menjelaskan tahapan yang terjadi ketika Allah menurunkan air ke bumi dalam bentuk hujan dengan mengambil pemisalan pada bumi yang kering atau tandus.

Tuesday, December 25, 2012

Hadis vs Al-Qur'an Perihal Penciptaan Alam

Jika di dalam postingan sebelumnya yang berjudul "Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an (klik disini untuk baca)" telah dibahas salah satu alternatif penafsiran Al-Qur'an yang sehubungan dengan penciptaan alam semesta, ada yang bertanya mengenai korelasi kesesuaiannya dengan hadis Nabi yang juga membahas tentang penciptaan. Hadis yang dimaksud adalah hadis Muslim, 039.6707 yang terjemahannya adalah sebagai berikut :
Abu Huraira meriwayatkan bahwa Nabi menggenggam tangan ku dan berkata: Allah yang Maha Agung dan Mulia menciptakan :
Tanah liat pada hari Sabtu, gunung pada hari Minggu, pepohonan pada hari Senin dan segala yang berkaitan kelengkapan pekerjaan pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, menyebarkan binatang pada hari Kamis dan Adam setelah ashar pada hari Jum’at, ciptaan terakhir pada hari Jum’at antara Sore dan Malam [Di 4.1856, 4.1857, Abu dawud 3.1041, 3.1042 diriwayatkan Abu Huraira bahwa Adam diciptakan pada hari Jum'at]
Sebagaimana yang telah dipahami oleh kaum muslim, hadis-hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, mayoritas jumhur Ulama menganggapnya sebagai sahih (sehingga sering dikatakan sebagai sahih Bukhari dan sahih Muslim). Namun ketika dibaca, redaksi hadis di atas bertentangan dengan apa yang dijelaskan di dalam postingan sebelumnya dan juga terlihat bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Bagaimana penjelasan mengenai hal ini ? Apakah hadis di atas tidak dapat diterima sedangkan periwayatannya terdapat di dalam kitab Muslim ? Mana yang benar, penciptaan alam itu enam hari atau tujuh hari ? Karena di dalam hadist di atas terhitung 7 hari penciptaan, dibandingkan dengan 6 hari penciptaaan yang terhitung di dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an dan Teori Evolusi

Ketika Charles  Darwin mengeluarkan bukunya yang berjudul "On the Origin of Species" pada tanggal 24 November 1859 yang menjelaskan mengenai keragaman makhluk hidup melalui apa yang dinamakan evolusi oleh seleksi alam, berkembanglah berbagai teori yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang ada sekarang lahir karena adanya evolusi atau perubahan secara perlahan-lahan dari sisi anatomi dan morfologi akibat adanya seleksi alam.

Teori Premodial Soup atau sup purba menjadi salah satu teori yang populer untuk menjelaskan asal usul kehidupan di bumi, yang menyatakan dari sup purba di bumi awal melahirkan makhluk hidup ber sel satu pertama yang kemudian berevolusi menjadi berbagai macam makhluk hidup. Manusia sendiri dikatakan merupakan puncak evolusi dari kera, apalagi di masa sekarang diketahui adanya kemiripan DNA manusia dan kera, dengan perbedaan sekitar 5%-1%. Berbagai bukti dari hasil eskavasi pun telah dipaparkan sebagai hal yang mendukung teori evolusi ini.

Terkait dengan asal usul kehidupan, timbul pertanyaan mengenai bagaimana pandangan Islam mengenai teori evolusi ini ? Apa yang dikatakan Al-Qur'an mengenai teori evolusi ?